Selamat datang di Agen Listrik PLN Prabayar

Listrik Prabayar, Siapa Mau?

0 komentar

JAKARTA, KOMPAS.com — Tagihan listrik bulanan yang membengkak tentu bikin pusing kepala. Bagi sebagian orang, masalah lonjakan tagihan listrik sudah ada solusinya berupa sistem pembayaran listrik prabayar. Namun, alternatif menghemat energi yang mirip telepon seluler ini belum tersosialisasikan secara luas.

Pasar potensial pengguna meteran listrik prabayar itulah yang sesungguhnya mulai dibidik oleh PT Mecoindo sejak tiga tahun lalu. Apalagi, peralatan meteran listrik prabayar yang semula diimpor, kini mulai diproduksi di Indonesia dengan mengandalkan tenaga-tenaga terampil Indonesia.

Pada 2009 saja permintaan meteran prabayar yang harus bersaing dengan produk China itu sudah sebanyak 150.000 unit untuk Jakarta dan sekitarnya serta 60.000 unit untuk Jawa Barat. Namun, secara total, permintaan Jawa dan Bali cukup besar, yakni sekitar 500.000 unit.

Bahkan, diam-diam meteran prabayar ini sudah dipergunakan oleh masyarakat Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Pari, dan Pulau Tidung. Di pulau-pulau tersebut meteran prabayar itu dimanfaatkan oleh 1.800 pelanggan.

Presiden Komisaris PT Mecoindo Murdaya Poo sewaktu meresmikan logo Itron di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/4), mengatakan, ”Pasarnya sangat potensial, apalagi pemerintah makin menekankan pentingnya hemat energi demi anak cucu kita.”

Pemahaman penggunaan listrik prabayar tampaknya belum populer. Padahal, alternatif penggunaan listrik prabayar tersebut sudah diterapkan di Pontianak dan Singkawang, Kalimantan Barat; Makassar, Sulawesi Selatan; dan Bali.

Mirip pulsa

Kehadiran listrik prabayar ini unik. Pengguna listrik bisa mengontrol sendiri penggunaan listriknya. Caranya mirip telepon seluler yang menggunakan pulsa isi ulang sehingga harus mewaspadai apabila ”pulsa” daya listrik semakin menipis, khususnya pada malam hari.

Artinya, pelanggan listrik yang menggunakan fasilitas listrik prabayar itu harus membeli voucher isi ulang listrik di loket PLN, SMS voucher, toko ritel, dan bank swasta ataupun bank pemerintah. Setelah kemasan voucher dibuka dan digosok bagian dalamnya dengan logam, pelanggan mendapatkan kode PIN.

Kemudian, kode PIN itu dikirim melalui SMS ke nomor yang sudah ditentukan. Dalam beberapa menit, pelanggan akan mendapatkan jawaban berisi 20 digit angka untuk dimasukkan ke meteran listrik prabayar. Listrik pun siap dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Dengan teknologi ini, pelanggan memperoleh keuntungan berupa besaran tarif listrik yang sesuai dengan tarif dasar listrik. Pelanggan pun bebas dari biaya abonemen bulanan.

Betapapun efektifnya daya kontrol si pengguna, listrik prabayar tetap memiliki kelemahan, antara lain habisnya pulsa listrik bisa membuat pelanggan ketar-ketir. Ancaman listrik padam sewaktu-waktu menjadi bayang-bayang pelanggan.

Walaupun masih memiliki kelemahan, solusi teknologi yang dirintis PT Mecoindo tetaplah menjadi alternatif untuk menghemat energi bagi pelanggan pribadi ataupun penghematan secara nasional.

Terobosan alternatif penghematan energi itu bukanlah perjalanan yang singkat. PT Mecoindo sebagai perusahaan penanaman modal asing yang bergerak di bidang meteran listrik dengan status joint venture antara Schlumberger dan grup Berca berdiri pada 1984.

Pada tahun 2001 Schlumberger melepas kepemilikannya kepada Actaris Group. Dalam perkembangannya, pada April 2007 Actaris diakuisi oleh Itron Inc, sedangkan Berca tetap berpartner dengan PT Mecoindo.

Perusahaan yang dipimpin Presiden Direktur George Daenuwy telah berkembang menjadi pabrik Itron terbesar di kawasan Asia Pasifik, dengan kapasitas produksi sebanyak 3,5 juta unit meteran listrik dan 1,5 juta unit meteran air. Di pasar domestik, pemanfaatan teknologi ini baru mencapai 30 persen, dan 70 persennya diekspor ke Asia Pasifik, Afrika, dan Eropa.

Atas alternatif teknologi ini, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari memandang, teknologi ini semestinya didorong untuk dimanfaatkan pelanggan listrik secara luas. Impor peralatan semacam ini seharusnya kian dikurangi.

Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011-2013. PLN Prabayar - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger